BE KRAF HABIBIE FESTIVAL 2018 di De Tjolomadoe Karanganyar, Jateng

SURAKARTA, TABLOIDKONTRAS.com – Hari ini Jum’ad 20 April hingga 3 hari kedepan hingga Minggu De Tjolomadoe menjadi tuan rumah bagi Festival Teknologi dan Inovasi. Bekraf Habibie Festival 2018. Dengan mengusung tema “Technology and Innovation for People, atau Lihat, Sentuh, Rasakan Teknologi Inovasi Terbaru untuk masa depan yang lebih baik.” Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 perusahaan bersekala lokal hingga nasional.

Setelah berubah fungsi menjadi De Tjolomadoe, bekas pabrik gula PG Colomadu  Karanganyar  saat ini menjadi bangunan megah  yang tetap mempertahankan kondisi bangunan dan mesin – mesin yang pernah digunakan pada masanya, sebagai bangunan heritage yang nantinya juga diharapkan menjadi salah satu lokasi tujuan wisata heritage tentunya.

Berbagai acara Teknologi akan ditampilkan di Bekraf Habibie Festival 2018 yang diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi para pelajar dan mahasiswa atau masyarakat umum yang ingin ber inovasi.

Bekraf Habibie Festival menampilkan banyak kegiatan diantaranya teknologi dan inovasi di bidang kedirgantaraan,digitalstartup, perbankan, virtual reality,properti, dan 3D printing.“ Pada festival tersebut masyarakat bisa langsung menjajal tekhnologi yang dipamerkan. Selain pameran IPTEK juga akan berlangsung kegiatan UMKM yang melibatkan pelaku usaha dari wilayah Solo Raya.

Disela – sela acara ini kedatangan pembalap Rio Haryanto menambah semarak kegiatan Bekraf Habibie Festival , Rio yang saat ini tidak lagi sebagai pembalap Formula1 sempat berkisah diacara Talk Show yang digelar oleh panitia. Rio dengan senyumnya yang khas sempat berkisah bagai mana dulu dirinya pernah mengalami shock culture di luar negeri namun lambat laun semua bisa teratasi. Tidak lupa Rio juga sangat berharap kepada anak muda saat ini untuk lebih kreatif dan inovatif disegala bidang, semoga dengan kegiatan Bekraf Habibie Festival ini bisa menambah motivasi kedepannya.

(HandS)

Source: http://tabloidkontras.com/be-kraf-habibie-festival-2018-di-de-tjolomadoe-karanganyar-jateng/