Bekraf Habibie Festival 2018 Akan Digelar di De Tjolomadoe

Sachin Gopalan (tengah) memaparkan materi saat jumpa pers di De Tjolomadoe, Jumat (20/4/2018) siang.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Bekraf Habibie Festival 2018 akan digelar di De Tjolomadoe, Karanganyar, Jumat (20/4/2018) sore hingga Minggu (22/4/2018) mendatang.

Festival ini menampilkan teknologi dan inovasi di berbagai bidang, di antaranya kedirgantaraan, digital startup, virtual reality, perbankan, properti, makerland, 3D Printing, festival makanan, bazaar, kriya dan lain-lain.

Sachin Gopalan, CEO PT Orbit Ventura Indonesia sebagai pelaksana kegiatan mengatakan bila Bekraf Habibie Festival kali ini adalah kali ketiga dilaksanakan. Sebelumnya pada Bekraf Habibie Festival 2016 sukses dihadiri 56.161 pengunjung. Dan diikuti Bekraf Habibie Festival 2017 yang dihadiri hingga 77 ribu pengunjung.

Untuk Bekraf Habibie Festival tahun ini, digelar di beberapa kota di Indonesia. Karanganyar menjadi kota kedua setelah sebelumnya diselenggarakan di Batam pada 1-3 Maret 2018.

Setelah Karanganyar, festival ini akan mengunjungi Balikpapan, Bandung, Bali, Surabaya, Palembang hingga Makassar.

"Acara ini merupakan sebuah Festival teknologi dan Inovasi Indonesia untuk merayakan dedikasi BJ Habibie kepada Indonesia terutama di bidang teknologi dan inovasi," urainya pada jumpa pers di De Tjolomadoe, Jumat siang.

Ia mengatakan akan menambah kota-kota di Indonesia pada perhelatan di masa mendatang, agar festival ini bisa dinikmati sebanyak mungkin masyarakat seluruh Indonesia.

"Karena akses terhadap teknologi dan inovasi adalah hal segala bangsa," urai dia.

Untuk tahun ini tema Bekraf Habibie Festival 2018 adalah 'Technology and Innovation for People: Lihat, Sentuh dan Rasakan Teknologi Inovasi Terbaru untuk Masa Depan Lebih Baik'.

Sachin pun mengkhususkan pada festival ini di sisi kedirgantaraan. Menurutnya, dirgantara merupakan salah satu sektor yang penting di Indonesia.

"Hal ini menjadi penting bahwa dunia harus tahu Indonesia memiliki kemampuan untuk menciptakan pesawat. Pesawat adalah salah satu teknologi paling mutakhir saat ini di dunia," papar dia.

Selain kedirgantaraan, ia menilai inovasi lain juga dimiliki di Indonesia. Semisal inovasi bahan tekstil yang dimiliki sritex yang sampai diekspor ke luar negeri.

Ia mengatakan ada ratusan perusahaan yang akan menampilkan inovasinya di festival ini. Tak hanya perusahaan besar, tetapi juga inovasi yang dilakukan oleh UMKM juga hadir di sini. Ia berharap, dengan dirangkulnya semua pihak, Indonesia akan terus dikenal sebagai bangsa inovator.

Hal itu, menurutnya, sejalan dengan keinginan Ilham Habibie, sang inisiator festival tersebut.

"Mindset yang harus diubah adalah kalau negara ingin maju, maka daerah yang harus maju pertama, bukan pusatnya dulu. Itu mindset lama dan harus diingatkan lagi ke masyarakat dunia termasuk Indonesia," jelasnya. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Bekraf Habibie Festival 2018 Akan Digelar di De Tjolomadoe, http://jateng.tribunnews.com/2018/04/20/bekraf-habibie-festival-2018-akan-digelar-di-de-tjolomadoe.
Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah