Uang Gobog Majapahit Ikut Dipamerkan di Be Kraf Habibie

Pengunjung mengamati uang kuno yang dipamerkan di Be Kraf Habibie, De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, Jumat (20/4 - 2018). (Solopos/Iskandar)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Stan-stan pameran Be Kraf Habibie di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar, ramai pengunjung, Jumat (20/4/2018). Bank Indonesia (BI) juga membuka stan di pameran itu.

Puluhan pengunjung silih berganti mendatangi stan BI di festival teknologi dan inovasi Be Kraf Habibie yang akan berlangsung sampai Minggu (22/4/2018) itu. “Ternyata uang yang pernah berlaku di Indonesia itu macam-macam ya. Ada uang kuno dari logam zaman kerajaan sampai uang kertas berbagai jenis,” ujar salah satu pengunjung pameran, Fitri, 38, warga Colomadu, Karanganyar, ketika ditemui Solopos.com di sela-sela mengunjungi pameran kemarin sore.

Namun, dia yang datang bersama teman-temannya ini menyayangkan ukuran huruf pada keterangan uang kuno yang dipajang. Karena itu dia terpaksa memotret menggunakan kamera telepon selular lebih dulu, kemudian baru di-zoom jika ingin membaca.

Salah seorang pengunjung pameran lainnya, Amor, yang berstatus pelajar home schooling di Solo mengaku penasaran dengan uang yang dipamerkan. Karena itu ketika dia dan rombongan yang keliling di sejumlah stan sampai di stan BI, ia tak melewatkan kesempatan melihat sampel uang yang dipamerkan dalam wadah persegi yang permukaannya ditutupi kaca.

Menurut dia, pameran uang di De Tjolomadoe Karanganyar  itu menarik karena ada beragam jenis mata uang yang pernah berlalu di Indonesia dipamerkan. “Uang kuno yang dipamerkan bentuknya ada yang unik. Karena itu kami tadi melihat dengan saksama,” ujar dia.

Stan dari BI ini seperti beberapa stan menarik lainnya juga dimanfaatkan untuk objek foto bersama. Karena itu stan BI ini sering kali dipadati pengunjung yang ingin tahu jenis uang dan yang ingin memanfaatkan untuk foto bersama.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, salah satu uang kuno yang dipamerkan adalah uang Gobog Majapahit di masa kerajaan Hindu-Buddha. Uang berbentuk bundar koin ini terbuat dari perak.

Bagian depan hiasan/motif beragam menggambarkan kehidupan/pekerjaan masyarakat masa Majapahit. Motif bagian belakang menggambarkan kehidupan masa Majapahit.

Uang koin serupa yang juga unik juga tak luput dari perhatian para pengunjung pameran. Uang bundar yang tengahnya bolong ini terbuat dari tembaga. Uang ini diyakini digunakan untuk transaksi pada zaman kerajaan Mataran Hindu-Buddha. Detail uang ini bagian depan terdapat gambar hiasan biji wijen. Bagian belakang terdapat tulisan menggunakan huruf Dewangga (Sanskerta).

Dari total 42 contoh uang yang dipamerkan tersebut mayoritas uang dari kertas, di antaranya uang sen zaman penjajahan Jepang, uang bergambar Presiden Soekarno, dan sebagainya.

Selain itu ada juga uang tanpa nomor seri. Uang dengan nominal Rp1.000 itu dibuat pada 1975 dengan gambar depan Pangeran Diponegoro dan bagian belakang bergambar Jenderal Soedirman.

Source: http://soloraya.solopos.com/read/20180421/494/911782/uang-gobog-majapahit-ikut-dipamerkan-di-be-kraf-habibie