Inspirasi Pemanfaatan IoT sebagai Solusi Permasalahan Kehidupan

Internet of Things, atau dikenal dengan singkatan “IoT”, merupakan sebuah konsep perluasan manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Selain sekadar berbagi data, IoT juga dapat bermanfaat pada pengelolaan benda-benda di dunia nyata.

Atas dasar ingin menjembatani kebutuhan manusia untuk bercocok tanam secara modern, tepat guna, dan mudah, maka Irsan Rajamin dan Dian Prayogi membentuk startup “Habibi Garden”, sebuah aplikasi agrikultur berbasis teknologi IoT. Proses bercocok tanam, mulai dari menanam bibit, merawat sehari-hari, hingga memanen hasil, semua dapat dilakukan hanya dengan kendali telepon selular.

“Latar belakang saya Teknologi Informatika, tidak tahu-menahu mengenai agrikultur. Tapi kebetulan ibu saya suka bercocok tanam, dan tanamannya lebih sering berakhir mati. Dari situlah saya tergerak mengembangkan aplikasi Habibi Garden ini,” ungkap Irsan yang pada Rabu (9/8) sore lalu berbagi pengalamannya di sebuah kelas seminar tentang Internet of Things. Seminar yang menjadi salah satu rangkaian program BEKRAF Habibie Festival 2017 ini dipadati kaum muda dan umum, yang rata-rata masih tidak familiar dengan konsep IoT.

Lewat riset dan mengumpulkan data dan jurnal dari berbagai balai pertanian serta bertanya langsung ke para petani, Irsan dan Dian akhirnya pada Juli 2016 mengembangkan aplikasi digital agrikultur bernama Habibi Garden. “Saya pengagum B.J. Habibie karena beliau adalah tokoh technopreneur Indonesia yang hebat,” ujar Irsan. Habibi Garden kemudian diikutkan dalam program kompetisi startup Telkomsel Next Dev pada akhir Desember 2016. Merebut posisi pertama, anak-anak muda ini mendapat tiket ke Silicon Valley dan kesempatan bermitra dengan Telkomsel membentuk aplikasi CSR Petani.

Bekerja sama dengan gabungan kelompok tani di Cianjur, Habibi Garden memiliki lahan pertanian full-control system green house dan semi-control farm. Dengan memanfaatkan teknologi IoT, Irsan mengaku pembudidayaan komoditas pertanian bisa berlangsung sangat efisien dan menghasilkan produk yang berkualitas.

Seminar sendiri berjalan dinamis dan penuh semangat, baik dari pemateri dan peserta. Secara umum Irsan menjadi inspirasi bagi para hadirin hari itu untuk melihat peluang pemanfaatan teknologi dalam menjawab permasalahan manusia di segala aspek kehidupan. [Ciptanti Putri]