Mini Mobile Planetarium: Mengenalkan Sains dengan Cara yang Fun

Salah satu alasan sedikitnya para pelajar yang bercita-cita menjadi astronom, kosmolog, dan peneliti di Indonesia adalah karena tidak diperkenalkannya sains ke anak dengan cara yang menarik dan fun. Selain itu, fasilitas belajar sains yang tersedia sangat minim. Merasa gelisah dengan rendahnya kualitas pendidikan anak dan fasilitas belajar sains yang tidak merata di tanah air tersebut, Firly Savitri dan Kartika Oktorina menggagas sebuah socio entrepreneurship Ilmuwan Muda Indonesia (IMI) pada Agustus 2014. Mereka lalu membuat sebuah wahana pembelajaran sains Mini Mobile Planetarium, planetarium portabel yang dapat dibawa berpindah lokasi.

Planetarium mini portabel IMI hadir pula di BEKRAF Habibie Festival 2017, tepatnya berada di Hall C1. Wahana ini sangat diminati oleh pelajar terutama dari kelompok Sekolah Dasar. Anak-anak terlihat sangat antusias untuk dapat merasakan pengalaman melihat fenomena antariksa di dalam kubah yang memutar video dalam durasi 15-20 menit hanya dengan membayar Rp.15.000,-.

“Umumnya siswa-siswa SD yang penasaran sekali ingin segera masuk,” ujar Nopi Mutri Yudi, penanggung jawab booth planetarium mini ini. Dalam setiap sesinya, wahana ini dapat menampung sekitar 50 anak-anak, atau sekitar 40 orang gabungan anak-anak dan dewasa.

Inti dari planetarium ini adalah keberadaan proyektor 360 derajat yang menembakkan pencitraan berupa video mengenai tema-tema sains, terutama astronomi, ke kubah secara penuh, layaknya planetarium. Sejak diwujudkan IMI pada tahun 2014 silam, planetarium portabel ini telah berkeliling ke tempat-tempat umum dan sekolah, bahkan sempat diboyong ke Malaysia. [Karisma Rosma Dewi/CP]