Quran ID Project: Menarik Minat Generasi Muda untuk Mendalami Ayat Suci

Dari kiri ke kanan, Deny Hermawan, Dosen Informatika Universitas Al Azhar sebagai Moderator. Deretan pembicara pada talkshow "Sinergi Alquran dan Teknologi" adalah Febriyan Nindyo, Penyanyi, Penulis Lagu dan Kontributor Quran Indonesia Project, Archie Fitrah Wirija, Pendiri Quran Indonesia Project Alamanda Shantika, Pendiri Binar Academy, Marsha Chikita Fawzi, Animator Muda Indonesia yang juga salah satu kontributor Quran Indonesia Project, dan Siti Desiree Nasfhia, Marketing Manager Kitabisa.com

Majunya teknologi informasi dimanfaatkan sekumpulan anak muda dalam membuat inisiatif  rekaman audio ayat Alquran dalam bahasa Arab, Indonesia, dan Inggris agar dapat diakses di mana pun dan kapan pun. Terciptalah “Quran Indonesia Project” (Quran ID Project), sebuah inovasi teknologi yang menjadi inspirasi bagi umat muslim agar menjadikan Alquran bagian dari keseharian hidupnya.

Seperti halnya teknologi, keberadaan Quran ID Project mempermudah umat muslim dalam negeri untuk lebih dekat lagi dengan Alquran. Telah didengarkan sebanyak 1,5 juta kali di 50 negara sejak 2015, Quran ID Project mengajak masyarakat, terutama kaum muda, untuk lebih tertarik membaca  dan mempelajari Alquran dengan cara yang unik dan melibatkan tokoh-tokoh publik.

“Kami berharap dengan hadirnya aplikasi Quran ID Project dapat memudahkan akses masyarakat terhadap Alquran dan terjemahannya, agar nilai-nilai Quran lebih dekat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, inisiatif ini dapat menginspirasi masyarakat dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, sehingga membuka lebih banyak pintu berbagi nilai positif Islam di era globalisasi ini,” ujar Archie Wirija, inisiator Quran Indonesia Project dalam talkshow bertajuk “Sinergi Alquran dan Teknologi” Minggu (13/8) siang tadi di area Panggung Utama Hall B1 BEKRAF Habibie Festival 2017.

Yang membedakan Quran ID Project dengan aplikasi Alquran lainnya adalah para kontributor yang bisa berasal dari kalangan masyarakat umum maupun figur publik. Tercatat penyanyi Raisa, Tulus, Andien, dan Dewi Sandra pernah berpartisipasi. Tujuannya tentu untuk memicu para penggemar mereka agar mau dan lebih rajin lagi mendengarkan Alquran lewat aplikasi ini. Hal lain yang menjadi pembeda adalah bahwa Quran ID Project memiliki 3 bahasa pengantar, yakni Inggris, Arab, dan Indonesia.

Selain Archie, tampil sebagai narasumber talkshow, di antaranya Alamanda Shantika, pendiri Binar Academy, Chiki Fawzi, seorang illustrator yang juga salah satu kontributor Quran ID Project, Febriyan Nindyo, musisi dan kontributor Quran ID Project, Siti Desiree Nasfhia, Marketing Kitabisa.com, dan Deny Hermawan sebagai Moderator.

Alamanda Shantika menjelaskan bahwa aplikasi ini memudahkan semua orang untuk mengakses dan membaca Alquran. “Walaupun fitur-fitur aplikasi ini masih minim, akan tetapi untuk ke depannya aplikasi ini akan terus dikembangkan. Kami merancang membuat notifikasi agar setiap orang tidak hanya terpaku dengan notifikasi media sosial,” ujar salah satu relawan yang mengembangkan aplikasi Quran ID Project ini. Harapannya, Alamanda melanjutkan, Quran ID Project bisa menjadi topik percakapan melalui media sosial karena ayat-ayatnya bisa disalin dan dibagikan beserta artinya sehingga penyebaran Alquran menjadi semakin mudah. [Karisma Rosma Dewi/CP]